Jumat, 20 Maret 2020

Eksistensi Gunung

Eksistensi Gunung
Ingatkah ketika anda menduduki bangku TK, memegang pensil dan buku kosong bersih, lalu anda mulai menggerakan pensil menari-nari diatas kertas, hingga terbentuklah dua segitiga tumpul, dilengkapi dengan lingkaran yang tidak utuh ditengahnya? Benar sekali, anda menggambar pemandangan gunung. Tidak sedikit dari kita memoleskan warna biru untuk mempercantik gunung tersebut. Padahal, gunung jika dilihat dari kejauhan warnanya hijau, sebab dipenuhi oleh tumbuhan yang mendiaminya. Entah dari mana imajinasi anak TK, sampai saat inipun tidak jarang ditemukan gambaran anak TK dengan gunung biru.
 Sejenak terlintas difikiran apabila mendengar kata gunung. Gundukan tanah yang menjulang tinggi hingga mencapai ratusan bahkan ribuan meter. Beberapa tertutupi tumbuhan atau bebatuan. Ada yang rendah, tinggi, bahkan tinggi sekali. Ada pula yang berapi, ada yang gersang, bahkan ada yang tertutupi es. Gunung bukanlah makhluk hidup, tetapi gunung adalah kehidupan. Tempat tumbuhnya berbagai macam tumbuhan, tinggal berbagai macam hewan, sumber air, dan dilerengnya tempat manusia berlindung didalam rumahnya. 
Tidak sedikit gunung di Indonesia. Ada yanggj aktif, ada pula yang pasif. Gunung aktif disebut gunung berapi, sedangkan gunung pasif disebut gunung mati. Terdapat tiga jalur gunung berapi yang aktif di Indonesia, terentang dari Pulau Sumatera, ke Pulau Jawa, dan Berlanjut ke Nusa Tenggara, hingga melingkar disekitar laut Banda Sulawesi Utara. Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gunung api yang aktif di Indonesia terbagi menjadi 3 kelompok berdasarkan letusannya, yaitu tipe A (79 buah), tipe B adalah gunung api yang pernah meletus sejak tahun 1600, tipe B (29 buah) gunung api yang pernah meletus sebelum tahun 1600, dan tipe C (21 buah).
Salah satu dari sekian banyak gunung berapi yang pernah meletus adalah gunung krakatau, dimana letusannya disebut-sebut memiliki letusan terhebat. Gunung ini meletus pada tahun 1883 dengan daya ledak setara debgan 200 megaton TNT. Sedangkan korban jiwa mencapai 35.500 orang lebih. Letusan gunung krakatau mengakibatkan tsunami  setinggi 20 m yang mencapai Teluk Betung dan efek dari tsunami itu sendiri mencapai selat Channel (Inggris) yang berjarak 19.873 km.
Bencana yang ditimbulkan dari letusan gunung berapi memanglah dahsyat, memakan korban jiwa, menghancurkan rumah, mengakibatkan kerugiaan ekonomi, dan meninggalkan kesan mengerikan bagi yang menyaksikan. Namun, tidak semua yang ditimbulakan dari letusan gunung api berdampak negatif. Salah satunya di lautan Pamenang, Kabupaten Lombok Barat. Menurut P. Astjario dan N. Astawa (2005), kegiatan gunung api di dasar laut pada masa lalu menghasilkan strktur lava bantal yang membeku di laut dangkal. Di wilayah Pesisir Barat Pulau Lombok ini memiliki kondisi lingkungan air laut yang jernih, kadar salinitas yang tinggi, sehingga sinar matahari yang cukup memungkinkan tumbuhnya beragam jenis terumbu karang hingga mencapai permukaan laut dan membentuk pulau-pulau atol. Pesisir Barat Pulau Lombok memiliki nilai wisata yang tinggi baik geowisata, wisata pantai,dan wisata bahari. Dengan banyaknya parawisatawan, penghasilan daerahpun akan meningkat.
 Menurut pandangan sains, seringkali terdeteksi adanya beberapa kelompok batuan yang memiliki warna cerah, ada yang berwarna putih, hijau gelap, hitam, ada pula yang berwarna abu-abu, bahkan berwarna merah. Hal ini sesuai dengan firman Allah pada Surat Fatir/35:27 yang artinya:
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan diantara gunung-gunung itu garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” 
Perbedaan dari warna batuan ini disebabkan oleh mineral dan kandungan yang terdapat didalamnya. Al-Quran memang tidak menyebutkan secara spesifik jenis batuan yang terdapat pada gunung. Al-Quran hanya menyabutkan warna batuan. Akan tetapi, dapat disimpulkan bahwa berbagai macam warna didapat dari perbedaan komposisi batuan.
Gunung merupakan salah satu dari kebesaran Allah. Allah menciptakan gunung sebagai pelengkap kebutuhan manusia. Didapat berbagai macam makanan, bahan dasar bangunan, hingga ilmu yang belum semua tersingkap. Peran gunung bagi kelangsungan makhluk hidup memang sangat besar. Keseimbangan ekologi bergantung pada keutuhan gunung dan makhluk hidup yang bergantung.  Segalanya patut disyukuri. Bagaimana caranya? Dengan menjaga dan tidak merusak. Dengan begitu, manfaat dan segala sumber daya yang dihasilkan gunung akan sampai ke anak cucu kita.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Eksistensi Gunung

Eksistensi Gunung Ingatkah ketika anda menduduki bangku TK, memegang pensil dan buku kosong bersih, lalu anda mulai menggerakan pensil me...